Tampilkan postingan dengan label Notes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Notes. Tampilkan semua postingan

25 November 2008

Prepare for The Rain

Setelah event paskah “My Cross” (29 Maret 2008) kemarin, ada kata-kata dari pembicara (Pak Eman, guru agama Galatia 3) saat itu yang cukup membuat saya sesak jika memikirkannya. Berikut kutipan dari beliau, “Tuhan belum selesai dengan gereja ini…akan ada salib, pemurnian, dan Tuhan akan menggoncang gereja ini…setelah semua itu Tuhan akan mengangkat lebih tinggi lagi.”

Akan ada air mata di depan sana.

Tulisan yang akan saya tulis ini sebenarnya hal yang sangat menyesakkan buat kami pemimpin (Merke, Kimy, dan saya), sebelum saya menyampaikannya, kami berpikir betapa menyenangkan saat-saat karena kami bangga dengan apa yang diperbuat oleh Tuhan dalam DYC (Dynamic Youth Community) Taman Surya. Sejujurnya kami juga bangga dengan kalian, melihat kalian bertumbuh di dalam Dia, melihat kalian melayani lewat semua talenta yang diberikan oleh Pencipta kita, bahkan sejujurnya jika dapat berterus terang kami bangga dipercayakan Tuhan menjadi pemimpin kalian.

Kami katakan seperti itu karena kami turut merasakan betapa kalian mengasihi kami, memperhatikan kami, dan tidak segan mendekat kepada kami sebagai teman, keluarga, ataupun sahabat. Inilah yang menyesakkan hati kami, beberapa bulan kemudian, sebagian dari kalian mungkin saja akan menjadi orang yang kecewa terhadap kami, dan mungkin saja kalian tidak mau memandang kami seperti kami sebelumnya. Hal ini saya bicarakan supaya saat itu terjadi kalian tidak kaget. Saya akan tuliskan dengan jelas, di depan sana sudah ada salib dan pemurnian yang menanti.

Tidak ada kemuliaan tanpa penderitaan.

Akan tetapi dari sekarang kami berdoa, supaya ketika saat itu datang, tidak ada satupun dari kalian yang terhilang, kami berdoa biar Tuhan menguasai hati dan pikiran kalian, dan kalian tidak membuka celah bagi iblis. “Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah TAHAN UJI, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.” Mari bersiap-siap menyambut hujan, karena SETELAH semuanya itu kita semua akan keluar membawa berkas-berkas kita dengan bersorak-sorai dan tidak ada satupun yang dapat mengambil sukacita itu dari pada kita.
This time I just want to tell you…Prepare for The Rain…

The Leaders Iceberg

Pemimpin…ehm sepertinya erat banget dengan kemutlakan untuk menjadi sempurna di mata orang. Saya banyak mendengar tentang teman-teman saya yang menjadi pemimpin di anak muda, dan ternyata mereka juga rapuh dalam suatu titik, sama seperti saya yang juga rapuh dalam suatu kondisi.

“…They watch over your souls without resting, since they must give to God an account of their service…” (Hebrews 13:17 TEV). Sebagian tulisan menakjubkan dari Paulus tentang “pekerjaan” pemimpin. Pertama kali saya mendapati ayat ini, dalam hati saya timbul keinginan untuk menunjukkan kepada semua orang yang menjadi jemaat anak muda tempat saya. Saya akan caps lock, bold, italic, apapun itu supaya mereka dapat membaca dengan jelas.
Saya pengen banget bilang…hei tolong banget deh kita yang jadi pemimpin itu dapat tugas yang aduh…parah…Tuhan tuh suruh kita pemimpin buat berjaga-jaga atas jiwanya kamu tanpa beristirahat!!! Dan lagi Tuhan minta pertanggung jawaban langsung dengan kita…jadi please deh jangan bertingkah yang aneh-aneh…saat kalian tidak taat, membangun hubungan yang ga sesuai Firman…pemimpin itu dibuat menderita ama tingkahnya kalian…kita mau tanggung jawab apa ma Tuhan? Mau ngomong apa ma Tuhan kalo kalian seperti itu? Kalian mungkin gak pernah tahu berapa kali kami gak bisa tidur nyenyak memikirkan keadaan kalian, betapa kami merasa sesak dengan tingkah laku kalian, atau mungkin kalian gak pernah tahu kami terkadang menangis gak jelas hanya karena hidup kalian…

Kalian begitu berharga…kalian kami jaga dengan jiwa kami, pikiran, perasaan, fisik, doa kami yang tak putus-putus demi kalian…kami pemimpin sering banget capek fisik dengan semua kegiatan gereja yang menguras waktu, uang, dan tenaga…tetapi kalau kalian merelakan waktu kalian untuk sekedar mengerti, bahwa kami sering kali lebih menderita karena capek mental… mau tahu capek mental kaya gimana? Yah begitu deh para pemimpin pasti ngerti deh. Kami sepertinya telah didesain begitu rupa supaya seolah-olah hukumnya haram untuk berkeluh kesah mengenai apa yang kami rasakan terhadap kalian, kami seperti tidak etis untuk mengatakan kami butuh pengertian atau sedikit perhatian dari kalian. Akan tetapi, ini lah kenyataan terdalam dari kami, bahwa kami juga manusia yang rapuh yang dapat runtuh dalam suatu kondisi…dan kenyataan yang sangat kami rindukan terjadi adalah kalian mungkin mau memberi sedikit perhatian untuk kami, sedikit waktu untuk mendengar betapa kami berlelah-lelah untuk pelayanan, sepintas doa yang menyebutkan nama kami dalam saat teduh kalian, dan hati yang sedikit untuk lebih taat kepada kami.

Kata “beristirahat” menjadi begitu langka dalam kehidupan kami mengenai kalian, pikiran kami tentang kalian sering kali merasuk sampai pada tulang-tulang kami yang letih, dan tidak jarang menghujam hati kami dengan berbagai macam pikiran mengenai kalian…inilah kami seseorang yang tidak sempurna, seseorang yang sama dengan kalian namun Tuhan dengan segala kedaulatan-Nya memilih kami sebagai seseorang yang berjaga-jaga senantiasa terhadap jiwa kamu tanpa mengenal istirahat…

Kami berjanji untuk selalu berjaga-jaga atas hidup kalian, mempertanggung jawabkan jiwa kalian kepada Tuhan. Dengarlah…betapa sesungguhnya kami mencintai kalian, kami berjanji setia pada kalian sampai berakhirnya waktu memutuskan kehidupan kita … a living promises for you…




Inside of us,

Leaders